Rabu, 26 Juni 2013

Navigasi Satelit, TomTom VIA 260 Reviews



Buat kamu yang ngaku pecinta traveling atau touring harus wajib punya TomTom VIA 260 – 4.3″” – Bluetooth yang tentunya bisa membuat kamu semua tambah gaul,  funky and yang pasti anti kesasar. Tak lagi kesulitan menemukan jalan dan tujuan Anda karena bantuan dari GPS TomTom. Dengan layar 4.3 inchi, nikmati panduan jalan raya dengan tampilan yang jelas.

Berikut adalah beberapa fitur dan spesifikasi GPS TomTom VIA 260 :
1. Peta Asia Tenggara
2. Layar Sentuh 4.3″
3. Panduan Jalur Terpercaya
4. Nama Jalan Disuarakan
SKU
TO252EL02UHTANID-31772
UKURAN (L X W X H CM)
11.9 x 8 x 2.5
BERAT (KG)
0.3
WARNA
Hitam
TIPE
4EV42
GARANSI PRODUK
1 Tahun Garansi Penggantian Unit
Gimana sob udah rada ngarti dan paham dong tentang Spesifikasi TomTom VIA 260 – 4.3″” – Bluetooth di atas, so kalo masih ada bingung-bingung atau pertanyaan silahkan komen sob. Misal udah ga sabar, ngebet nih pengen beli handphone atau GPS seperti di atas noh ga usah nunggu kelamaan langsung aja ambil duit beli dah tuh. Kalo masih kurang dengan produk lain, baca juga nih info gadget terbaru, ditunggu like dan komennya sob..

Sunnah Dalam Bershuhbah


Kita sering diingatkan supaya berhati-hati dalam memilih kawan. Rakan yang baik akan membawa kebaikan, sebaliknya yang jahat membawa kemudaratan. Persahabatan Nabi Muhammad S.A.W dengan Saidina Abu Bakar adalah ikatan persaudaraan yang perlu dicontohi umat Islam. 

Mereka sama-sama terbabit dalam perniagaan sehingga menjadi sahabat karib. Kedua-duanya mempunyai akhlak mulia, sama haluan dalam perjuangan sehingga terjalin kasih sayang dan kemesraan.

Persahabatan Rasulullah S.A.W dengan Abu Bakar adalah contoh terbaik umat akhir zaman dalam memperjuangkan agama. Ia sewajarnya dijadikan panduan bagi umat Islam memilih kawan yang baik. Keutamaan Abu Bakar di mata Rasulullah dijelmakan menerusi sabda Baginda bermaksud: "Jika ditimbang keimanan Abu Bakar dengan keimanan umat sekaliannya, nescaya akan berat lagi keimanan Abu Bakar." [Hadis riwayat al-Baihaqi]

Rasulullah S.A.W juga meluahkan isi hatinya kepada Abu Bakar seperti dinaqalkan dalam buku susunan Syed Ahmad Semait, Sepuluh Yang Dijaminkan Masuk Syurga, katanya:

"Semoga Allah merahmatimu! Engkau adalah sahabatku! Engkau telah membenarkanku ketika orang lain mendustakanku, engkau telah membantuku ketika orang lain membiarkanku, engkau telah beriman kepadaku ketika orang lain mendustakanku, engkau telah mententeramkan hatiku ketika hatiku sedang dalam keadaan keluh kesah. Sesungguhnya tiada siapa pun, biar apa pun sekali yang dilakukannya buat diriku yang dapat menyamai apa yang dibuat olehmu."

Allah S.W.T memilih Abu Bakar sebagai teman karib Rasulullah S.A.W dalam mendokong usaha dakwah amat bertepatan sekali. Mencari kawan yang baik dan mampu membimbing ke arah kebaikan. Rasulullah S.A.W bersabda yang bermaksud: "Teman yang baik dan teman yang tidak baik itu diumpamakan seperti pembawa kasturi dan peniup api, maka si pembawa kasturi mungkin memberikan kasturi itu kepada kamu atau kamu dapat membelinya, atau kamu dapat mencium baunya yang wangi. Bagaimanapun peniup api mungkin membakar pakaianmu atau kamu dapat mencium baunya yang busuk." [Hadis riwayat al-Bukhari dan Muslim]
Rasulullah S.A.W juga telah menggariskan beberapa perkara bagi memilih teman atau kawan yang baik, antaranya : Hendaklah bersahabat dengan orang yang bertakwa dan beriman.

Sabda Baginda bermaksud: "Jangan kamu bersahabat melainkan dengan orang yang beriman dan jangan berikan makan kecuali kepada orang yang bertakwa." [Hadis riwayat Abu Daud dan at-Tirmizi]

1) Hindari daripada berkawan dengan yang buruk perangai dan akhlaknya

Ibn Asakir menceritakan bahawa Rasulullah S.A.W bersabda: "Jauhilah kawan yang buruk (akhlak dan perangainya), kamu akan dikenali sepertinya."

Sabda Baginda lagi : "Seseorang itu berada atas cara hidup kawannya, maka perhatikanlah tiap seorang daripada kamu, siapakah yang didampinginya." [Hadis riwayat at-Tirmizi dan Abu Daud]

 2) Menegur kesilapan kawan di atas perkara yang benar

Ubaidah Ibn As-Samit berkata: "Rasulullah S.A.W mengikat janji dengan kami supaya dengar dan patuh ketika susah dan senang, yang disukai dan dibenci dan jangan merebut sesuatu dari tuannya kecuali ada bukti kekufurannya. Begitu juga, kami hendaklah berkata benar di mana saja kami berada tanpa takut akan penghinaan daripada seseorang yang suka menghina, semata-mata kerana Allah." [Hadis riwayat Muslim]

 3) Membantu kawan ketika kesempitan 

Daripada Ibn Umar bahawa Rasulullah S.A.W bersabda: "Seorang Muslim dengan Muslim yang lain adalah bersaudara, dia tidak menzaliminya dan tidak mengelakkan diri daripada menolongnya, sesiapa yang melepas hajatnya, sesiapa yang melepaskan saudaranya daripada sesuatu kesempitan, maka Allah akan melepaskan satu kesempitan daripada kesempitan-kesempitan hari kiamat, dan sesiapa yang menutup (keaiban) saudaranya, maka Allah akan melindunginya pada hari kiamat." [Hadis riwayat al-Bukhari dan Muslim]

Begitulah antara saranan-saranan Rasulullah S.A.W kepada kita untuk memilih rakan yang benar-benar ikhlas dan baik untuk dijadikan teman. Sesungguhnya manusia sering lupa dan justeru itu punyai rakan yang baik serta sering mengingatkan kita kepada kebaikan dan mencegah kita daripada melakukan kemungkaran adalah merupaakan satu bonus untuk kita agar kita dapat menjadi insan yang benar-benar bertakwa.

Selasa, 25 Juni 2013

BUAH PUASA ROMADHON


Tidak terasa sebentar lagi kita akan memasuki bulan Romadhon. Bulan yang selalu dinanti nantikan oleh kaum Muslimin. Bagaimana tidak, pada bulan ini pahala dilipat gandakan, pintu syurga di buka selebar lebarnya, pintu neraka di tutup serapat rapatnya, dan setanpun di belenggu. Sehingga bulan Romadhon menjadi sebuah moment berharga  bagi kita untuk mendulang pahala sebanyak banyaknya. Pun menjdi moment untuk bertaubat dari segala
perbuatan dosa yang telah kita lakukan. Sungguh merugi orang yang melewati bulan Romadhon tanpa mendapatkan apa apa. Rosulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

رب صائم ليس له من صيامه إلا الجوع ورب قائم ليس له من قيامه إلا السهر

“betapa banyak orang yang puasa, akan tetapi tidak mendapat apa apa dari puasanya kecuali lapar saja, dan betapa banyak orang yang berdiri (Sholat) akan tetapi tidak mendapat apa apa kecuali rasa capeknya saja” (Hadits Hasan Sohih Riwayat Ibnu Majah, Nasa’i, Ahmad dan yang lainnya)

Tujuan Puasa Romadhon.

        Disamping itu, disyariatkannya puasa Romadhon memiliki tujuan yang mulia, memiliki buah yang siap dipetik bagi orang yang melaksanakannya dengan benar dan sungguh sungguh. Yang apabila orang yang melaksanakan puasa Romadhon akan tetapi tidak mencapai tujuan disyariatkannya puasa Romadhon, maka hal ini menunjukan akan kesia-siaan puasanya. Tujuan disyariatkannya puasa romadhon adalah agar kita menjadi orang yang bertakwa, sebagaimana yang Allah ta’ala terangkan:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian shiyam ramadhan sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertaqwa." (QS. 2:183)
Pengertian “agar kalian bertakwa”
        Imam Al Qurthubi, Imam Asy-Syaukani, Al-Alusi, Al-Qosimi, Said Hawa, Ahmad Musthofa Al Maroghi dan Zamakhsyari, secara serentak menjelaskan buah atau hasil   La’allakum Tattaqun = agar kalian bertaqwa  dalam ayat tersebut, di mana satu dengan yang lain saling bermiripan dan saling memperkuat.

Imam Al Qurthubi berkata : maksudnya agar kamu lemah, ( karena berhenti makan ). Setiap orang sedikit                   makan, lemahlah syahwatnya, setiap lemah syahwat, sedikitlah nyalinya untuk berbuat maksiat.
Imam Asy-Syaukani berkata : dengan ibadah ramadhan ini, agar kamu berhati-hati terhadap berbagai ragam kemaksiatan, karena aktifitas ini dapat memecahkan syahwat, melemahkan faktor-faktor penunjang kemaksiatan sebagaimana peringatan Nabi bahwa shiyam adalah benteng pertahanan.
Imam Al Qosimi berkata : shiyam ramadhan akan meredamkan syahwat, menghalangi hawa nafsu dan menahan akan terjerumusnya seseorang kepada kekejian.
Imam Al-Alusi berkata : agar kamu bertaqwa disini adalah agar kamu berhati-hati terhadap berbagai kemaksiatan, sebab ibadah ramadhan ini akan mempu membuat mandul atau loyo syahwat seseorang. Syahwat merupakan posko utama kemaksiatan.
Al Baidhawi berkata : agar kamu bertaqwa di sini adalah agar kamu hati-hati terhadap kemaksiatan, sebenarnya shiyam itu mampu menghancurkan syahwat, dimana syahwat merupakan induknya maksiat.
Az-Zamakhsyari berkata : Agar kamu berhati-hati terhadap  kemaksiatan, karena orang yang sedang shiyam akan menjauhkan dan menahan diri agar tidak terjerumus di lembah kekejian. Atau agar kamu sekalian tergolong dengan orang-orang yang bertaqwa.
Muhammad Ali Shabuni berkata : Agar kamu bertaqwa disitu adalah dengan menjauhkan diri dari hal-hal yang diharamkan oleh Allah.
Ahmad Musthafa Al Maraghi mengingatkan : Shiyam di situ untuk melatih jiwamu agar betul-betul bertaqwa kepada Allah dengan meninggalkan syahwat yang dibolehkan agar mendapatkan balasan dari Allah Ta’ala.  Di samping mendidik nyali/kemauan pribadi untuk menahan diri dengan cara meninggalkan syahwat  yang diharamkan serta sabar di dalam menghadapinya.
         Ada lagi yang mengatakan bahwa kata Taqwa di situ masih bersifat umum, tidak seperti yang tersebut di atas. Bila arti taqwa tersebut  masih umum, bisa kita kutip perkataan dari generasi salaf sebagai berikut :
Abu Yazid Al Bisthomi berkata : Taqwa adalah siapa yang berkata, berkata untuk Allah dan bila ia beramal, beramal untuk Allah.
Abu Darda' berkata : Taqwa di dalamnya mencakup seluruh kebaikan. Taqwa merupakan wasiyat orang-orang terdahulu dan yang akan datang, taqwa merupakan kebaikan yang selalu diambil manfaat oleh manusia.
Abu Sulaiman Ad Daroni berkata : Orang yang bertaqwa adalah orang-orang yang dicabut oleh Allah syahwat mereka dari dirinya. Ada yang mengatakan bahwa orang bertaqwa adalah menjaga diri dari kemusyrikan dan bebas dari kemunafikan
Ibnu Mas'ud dan Abdullah berkata : Taqwa adalah taat kepada Allah dan tidak bermaksiat kepada-Nya, Ingat dan tidak lupa kepada Allah, bersyukur dan tidak kufur kepada-Nya.
Hasan Basri berkata  : Taqwa adalah berhati-hati terhadap yang diharamkan Allah dan melaksanakan kewajiban yang telah diperintahkan-Nya. Al Kalby berkata : taqwa adalah menjauhi dosa-dosa besar Qotadah berkata : taqwa adalah orang yang percaya kepada yang ghaib, menegakkan sholat dan menginfakkan hartanya di jalan Allah.
Mu'adz bin Jabal berkata : taqwa adalah berhati-hati terhadap kemusyrikan, hati-hati terhadap arca / patung dan ikhlas dalam segala ibadah, selanjutnya ia akan berjalan ke surga.
Muhammad  Nasib  Ar-Rifai secara gamblang  membeberkan dalam Taisir Aly Al Qodir Li-ikhtishor Tafsir Ibnu Katsir, bahwa orang yang bertaqwa  adalah orang tidak berbuat syirik kepada Allah, mentauhidkan Allah, melaksanakan perintah dengan penuh ketaatan kepada Allah, takut akan siksa Allah, mengharapkan rahmat Allah dan berhati-hati terhadap yang diharamkan oleh-Nya.
Realitas masyarakan hari ini

         Bila kita melihat realitas yang terjadi di masyarakat, kita akan meliahat situsasi yang menyedihkan. Di tengah pelaksanaan shiyam ramadhan dengan tujuan yang sangat mulia tersebut, ternyata banyak rintangan. Meskipun banyaknya kaum Muslimin yang melaksanakan uasa Romadhon, media televisi, radio, video dan media cetak secara transparan masih lancar menyajikan tayangan dan adegan seronok dan cabul, yang jelas itu semua mengumbar dan membangkitkan syahwat, labih parahnya lagi hal itu dilindungi dan didukung oleh aparat  atau pemerintah setempat. 
        Bila memasuki awal bulan syawwal atau Idul Fitri, kondisi lebih parah lagi, acara kemaksiatan semarak lagi, masjid dan surau kembali menjadi kosong, suara alunan Al Qur’an dan kultum-kultum  atau pengajian menghilang dihantam gelombang syahwat yang begitu dahsyat.
        Belum kita lihat dan dengar seorang ulama  atau  ustadz yang menekankan secara tegas bahwa hasil buah shiyam ramadhan sebulan penuh itu agar menjadi manusia yang bertaqwa dengan pemahaman yang murni seperti penjelasan para mufassirin ( ahli tafsir ) di atas.
        Sehingga tidak menutup kemungkinan atau bahkan bisa dipastikan banyak dari kaum Muslimin –tidak terkecuali kita- yang berpuasa, akan tetapi tidak mendapatkan apa apa dari puasanya kecuali rasa lapar dan dahaganya saja, sebagaimana disebutkan dalam hadits diatas. Tentunya ini menjadi koreksi bagi diri kita semuanya.

Remaja dan Narkoba



Ada tiga hal yang harus diperhatikan ketika melakukan program anti narkoba di sekolah. Yang pertama adalah dengan mengikutsertakan keluarga. Banyak penelitian telah menunjukkan bahwa sikap orangtua memegang peranan penting dalam membentuk keyakinan akan penggunaan narkoba pada anak-anak. Strategi untuk mengubah sikap keluarga terhadap penggunaan narkoba termasuk memperbaiki pola asuh orangtua dalam rangka menciptakan komunikasi dan lingkungan yang lebih baik di rumah. Kelompok dukungan dari orangtua merupakan model intervensi yang sering digunakan.

Apa itu Narkoba

Narkoba adalah singkatan dari Narkotika dan Obat berbahaya. Selain "narkoba", istilah lain yang diperkenalkan khususnya oleh Departemen Kesehatan Republik Indonesia adalah napza yang merupakan singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif. Semua istilah ini, baik "narkoba" atau napza, mengacu pada sekelompok zat yang umumnya mempunyai resiko kecanduan bagi penggunanya.

Menurut pakar kesehatan narkoba sebenarnya adalah psikotropika yang biasa dipakai untuk membius pasien saat hendak dioperasi atau obat-obatan untuk penyakit tertentu. Namun kini pemanfaatannya disalah gunakan diantaranya dengan pemakaian yang telah diluar batas dosis / over dossis.

Narkoba atau NAPZA merupakan bahan/zat yang bila masuk ke dalam tubuh akan mempengaruhi tubuh terutama susunan syaraf pusat/otak sehingga jika disalahgunakan akan menyebabkan gangguan fisik, psikis/jiwa dan fungsi sosial. Karena itu Pemerintah memberlakukan Undang-undang (UU) untuk penyalahgunaan narkoba yaitu UU No.5 tahun 1997 tentang Psikotropika dan UU No.22 tahun 1997 tentang Narkotika.


Penyebaran Narkoba di Kalangan Anak-anak dan Remaja

Hingga kini penyebaran narkoba sudah hampir tak bisa dicegah. Mengingat hampir seluruh penduduk dunia dapat dengan mudah mendapat narkoba dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Misalnya saja dari bandar narkoba yang senang mencari mangsa didaerah sekolah, diskotik, tempat pelacuran, dan tempat-tempat perkumpulan genk. Tentu saja hal ini bisa membuat para orang tua, ormas,pemerintah khawatir akan penyebaran narkoba yang begitu meraja rela.

Upaya pemberantas narkoba pun sudah sering dilakukan namun masih sedikit kemungkinan untuk menghindarkan narkoba dari kalangan remaja maupun dewasa, bahkan anak-anak usia SD dan SMP pun banyak yang terjerumus narkoba. Hingga saat ini upaya yang paling efektif untuk mencegah penyalahgunaan Narkoba pada anak-anak yaitu dari pendidikan keluarga. Orang tua diharapkan dapat mengawasi dan mendidik anaknya untuk selalu menjauhi Narkoba.

Menurut kesepakatan Convention on the Rights of the Child (CRC) yang juga disepakati Indonesia pada tahun 1989, setiap anak berhak mendapatkan informasi kesehatan reproduksi (termasuk HIV/AIDS dan narkoba) dan dilindungi secara fisik maupun mental. Namun realita yang terjadi saat ini bertentangan dengan kesepakatan tersebut, sudah ditemukan anak usia 7 tahun sudah ada yang mengkonsumsi narkoba jenis inhalan (uap yang dihirup). Anak usia 8 tahun sudah memakai ganja, lalu di usia 10 tahun, anak-anak menggunakan narkoba dari beragam jenis, seperti inhalan, ganja, heroin, morfin, ekstasi, dan sebagainya (riset BNN bekerja sama dengan Universitas Indonesia).

Berdasarkan data Badan Narkotika Nasional (BNN), kasus pemakaian narkoba oleh pelaku dengan tingkat pendidikan SD hingga tahun 2007 berjumlah 12.305. Data ini begitu mengkhawatirkan karena seiring dengan meningkatnya kasus narkoba (khususnya di kalangan usia muda dan anak-anak, penyebaran HIV/AIDS semakin meningkat dan mengancam. Penyebaran narkoba menjadi makin mudah karena anak SD juga sudah mulai mencoba-coba mengisap rokok. Tidak jarang para pengedar narkoba menyusup zat-zat adiktif (zat yang menimbulkan efek kecanduan) ke dalam lintingan tembakaunya.

Hal ini menegaskan bahwa saat ini perlindungan anak dari bahaya narkoba masih belum cukup efektif. Walaupun pemerintah dalam UU Perlindungan Anak nomor 23 tahun 2002 dalam pasal 20 sudah menyatakan bahwa Negara, pemerintah, masyarakat, keluarga, dan orang tua berkewajiban dan bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan perlindungan anak (lihat lebih lengkap di UU Perlindungan Anak). Namun perlindungan anak dari narkoba masih jauh dari harapan.

Narkoba adalah isu yang kritis dan rumit yang tidak bisa diselesaikan oleh hanya satu pihak saja. Karena narkoba bukan hanya masalah individu namun masalah semua orang. Mencari solusi yang tepat merupakan sebuah pekerjaan besar yang melibatkan dan memobilisasi semua pihak baik pemerintah, lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan komunitas lokal. Adalah sangat penting untuk bekerja bersama dalam rangka melindungi anak dari bahaya narkoba dan memberikan alternatif aktivitas yang bermanfaat seiring dengan menjelaskan kepada anak-anak tentang bahaya narkoba dan konsekuensi negatif yang akan mereka terima.

Anak-anak membutuhkan informasi, strategi, dan kemampuan untuk mencegah mereka dari bahaya narkoba atau juga mengurangi dampak dari bahaya narkoba dari pemakaian narkoba dari orang lain. Salah satu upaya dalam penanggulangan bahaya narkoba adalah dengan melakukan program yang menitikberatkan pada anak usia sekolah (school-going age oriented).

Di Indonesia, perkembangan pencandu narkoba semakin pesat. Para pencandu narkoba itu pada umumnya berusia antara 11 sampai 24 tahun. Artinya usia tersebut ialah usia produktif atau usia pelajar. Pada awalnya, pelajar yang mengonsumsi narkoba biasanya diawali dengan perkenalannya dengan rokok. Karena kebiasaan merokok ini sepertinya sudah menjadi hal yang wajar di kalangan pelajar saat ini. Dari kebiasaan inilah, pergaulan terus meningkat, apalagi ketika pelajar tersebut bergabung ke dalam lingkungan orang-orang yang sudah menjadi pencandu narkoba. Awalnya mencoba, lalu kemudian mengalami ketergantungan.
Dampak Negatif Penyalahgunaan Narkoba

Dampak negatif penyalahgunaan narkoba terhadap anak atau remaja (pelajar) adalah sebagai berikut:
* Perubahan dalam sikap, perangai dan kepribadian,
* Sering membolos, menurunnya kedisiplinan dan nilai-nilai pelajaran,
* Menjadi mudah tersinggung dan cepat marah,
* Sering menguap, mengantuk, dan malas,
* Tidak memedulikan kesehatan diri,
* Suka mencuri untuk membeli narkoba.
* Menyebabkan Kegilaan, Pranoid bahkan Kematian !

Upaya Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba

Upaya pencegahan terhadap penyebaran narkoba di kalangan pelajar, sudah seyogianya menjadi tanggung jawab kita bersama. Dalam hal ini semua pihak termasuk orang tua, guru, dan masyarakat harus turut berperan aktif dalam mewaspadai ancaman narkoba terhadap anak-anak kita.

Ada tiga hal yang harus diperhatikan ketika melakukan program anti narkoba di sekolah. Yang pertama adalah dengan mengikutsertakan keluarga. Banyak penelitian telah menunjukkan bahwa sikap orangtua memegang peranan penting dalam membentuk keyakinan akan penggunaan narkoba pada anak-anak. Strategi untuk mengubah sikap keluarga terhadap penggunaan narkoba termasuk memperbaiki pola asuh orangtua dalam rangka menciptakan komunikasi dan lingkungan yang lebih baik di rumah. Kelompok dukungan dari orangtua merupakan model intervensi yang sering digunakan.

Kedua, dengan menekankan secara jelas kebijakan tidak pada narkoba. Mengirimkan pesan yang jelas tidak menggunakan membutuhkan konsistensi sekolah-sekolah untuk menjelaskan bahwa narkoba itu salah dan mendorong kegiatan-kegiatan anti narkoba di sekolah. Untuk anak sekolah harus diberikan penjelasan yang terus-menerus diulang bahwa narkoba tidak hanya membahayakan kesehatan fisik dan emosi namun juga kesempatan mereka untuk bisa terus belajar, mengoptimalkan potensi akademik dan kehidupan yang layak.

Terakhir, meningkatkan kepercayaan antara orang dewasa dan anak-anak. Pendekatan ini mempromosikan kesempatan yang lebih besar bagi interaksi personal antara orang dewasa dan remaja, dengan demikian mendorong orang dewasa menjadi model yang lebih berpengaruh.

Oleh sebab itu, mulai saat ini pendidik, pengajar, dan orang tua, harus sigap serta waspada, akan bahaya narkoba yang sewaktu-waktu dapat menjerat anak-anak sendiri. Dengan berbagai upaya tersebut di atas, mari kita jaga dan awasi anak didik dari bahaya narkoba tersebut, sehingga harapan untuk menelurkan generasi yang cerdas dan tangguh di masa yang akan datang dapat terealisasikan dengan baik.***

Minggu, 16 Juni 2013

♥ Akhlaq & Aqidah Istri Idaman ♥


Bismillaahirrahmaanirrahiim

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Sahabat saudaraku fillah...Seorang isteri idaman harus memahami arti pentingnya aqidah islamiyah yang shahihah, karena sah tidaknya suatu amal tergantung kepada benar dan tidaknya aqidah seseorang. Isteri idaman adalah sosok yang selalu bersemangat dalam menuntut ilmu agama sehingga dia dapat mengetahui ilmu-ilmu syar’i baik yang berhubungan dengan aqidah, akhlak maupun dalam hal muamalah sebagaimana semangatnya para shahabiyah dalam menuntut ilmu agama Islam, mereka bertanya kepada Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam untuk menghilangkan kebodohan mereka dan beribadah kepada Allah di atas cahaya ilmu.

Sebagaimana riwayat dibawah ini:

Dari Abu Said Al Khudri dia berkata: Pernah suatu kali para wanita berkata kepada Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam: “Kaum laki-laki telah mengalahkan kami, maka jadikanlah satu hari untuk kami, Nabi pun menjanjikan satu hari dapat bertemu dengan mereka, kemudian Nabi memberi nasehat dan perintah kepada mereka. Salah satu ucapan beliau kepada mereka adalah: “Tidaklah seorang wanita di antara kalian yang ditinggal mati tiga anaknya, kecuali mereka sebagai penghalang baginya dari api nereka. Seorang wanita bertanya: “Bagaimana kalau hanya dua?” Beliau menjawab: “Juga dua.” (HR. Al-Bukhari No 1010)

Seorang isteri yang aqidahnya benar akan tercermin dalam tingkah lakunya misalnya:

- Dia hanya bersahabat dengan wanita yang baik.

- Selalu bersungguh-sungguh dalam beribadah kepada Rabbnya.
- Bisa menjadi contoh bagi wanita lainnya.


Akhlak Isteri Idaman.

Berusaha berpegang teguh kepada akhlak-akhlak Islami yaitu:

- Ceria, pemalu, sabar, lembut tutur katanya dan selalu jujur.

- Tidak banyak bicara, tidak suka merusak wanita lain, tidak suka ghibah (menggunjing) dan namimah (adu domba).

- Tidak menceritakan rahasia rumah tangga, diantaranya adalah hubungan suami isteri ataupun percekcokan dalam rumah tangga.

Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam: “Sesungguhnya di antara orang yang terburuk kedudukan-nya disisi Allah pada hari kiamat yaitu laki-laki yang mencumbui isterinya dan isteri mencumbui suaminya kemudian ia sebar luaskan rahasianya.” (HR. Muslim 4/157)

Isteri idaman di rumah suaminya

- Membantu suaminya dalam kebaikan. Merupakan kebaikan bagi seorang isteri bila mampu mendorong suaminya untuk berbuat baik, misalnya mendorong suaminya agar selalu ihsan dan berbakti kepada kedua orang tuanya, sebagaimana firman Allah Subhanhu wa Ta’ala, yang artinya: “Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya telah mengandungnya dengan susah payah dan melahirkannya dengan susah payah.” (Al Ahqaf 15)

- Membantunya dalam menjalin hubungan baik dengan saudara-saudaranya.

- Membantunya dalam ketaatan.
- Berdedikasi (semangat hidup) yang tinggi.
-Ekonomis dan pandai mengatur rumah tangga.
- Bagus didalam mendidik anak.

Penampilan:

Di dalam rumah, seorang isteri yang shalehah harus selalu memperhatikan penampilannya di rumah suaminya lebih-lebih jika suaminya berada di sisinya maka Islam sangat menganjurkan untuk berhias dengan hal-hal yang mubah sehingga menyenangkan hati suaminya.

Jika keluar rumah, seorang isteri yang sholehah harus memperhati-kan hal-hal berikut:

- Harus minta izin suami, Harus menutup aurat dan tidak menampakkan perhiasannya, Tidak memakai wangi-wangian, Tidak banyak keluar kecuali untuk tujuan syar’i atau keperluan yang sangat mendesak.

Wallahu a'lam bishowaab


Jazakumullahu khayran wa barakallahu fiikum

.•Salam santun erat silaturrahmi dan ukhuwah fillah•.


 
Welcome to My Website